Categories: Peristiwa

HATI-HATI! Kasus UU ITE di Jember: Gara-gara Unggah Video Anak MS (16) di TikTok, Pemilik Akun Terancam Pidana

Jember – Kasus penyebaran video di media sosial kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, seorang ayah bernama Rusdiayanto (45), warga Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, resmi melaporkan dugaan pencemaran nama baik keluarganya ke Polres Jember. Laporan tersebut dilakukan pada Senin (29/9/2025) dengan didampingi kuasa hukumnya, Lubboyk Dayrobbie, S.H.

 

Kasus ini bermula dari unggahan video yang sempat viral di platform TikTok melalui akun @palapacollection. Video tersebut diduga menampilkan anak Rusdiayanto, berinisial MS (16). Menurutnya, penyebaran video itu telah mencoreng nama baik keluarga dan membuat anaknya mengalami tekanan sosial.

 

“Saya sebagai orang tua merasa tidak terima jika anak saya disebarkan di media sosial. Meskipun anak saya dianggap salah oleh pemilik toko, bukan seperti ini caranya. Video itu tersebar luas dan berdampak pada nama baik keluarga kami. Karena itu, saya menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan,” tegas Rusdiayanto usai melapor.

 

Pihak Polres Jember telah menerima laporan ini dengan nomor registrasi LPM/1070/IX/2025/SPKT/POLRES JEMBER. Dengan dasar tersebut, penyidik akan mendalami dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

 

Kuasa hukum pelapor, Lubboyk Dayrobbie, S.H., menegaskan bahwa tindakan penyebaran video tanpa izin dapat dijerat pasal pidana. “Kami mendampingi klien kami untuk menempuh jalur hukum terkait penyebaran video oleh akun TikTok @palapacollection. Dugaan tindak pidana ini mengacu pada pasal 45 UU ITE. Saya juga mengingatkan kepada masyarakat, jika ada masalah, jangan asal unggah di media sosial. Saat ini ada UU ITE yang bisa menjerat pelaku hingga pidana,” ujarnya.

 

Sementara itu, pemilik akun sekaligus pemilik toko berinisial CL (27), ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, mengaku menyesal atas tindakannya. Ia membantah memiliki niat untuk merusak nama baik pihak keluarga. “Saya akui saya khilaf dan tidak ada niatan untuk menjatuhkan nama baik. Tapi di sisi lain, saya juga tidak terima jika toko saya dianggap menjual barang rusak. Karena itu saya sempat emosi. Namun saya sudah berusaha mencari tahu alamat keluarga untuk meminta maaf secara langsung,” jelasnya.

 

Kasus ini menambah daftar panjang permasalahan hukum akibat penyalahgunaan media sosial di Jember. Polisi mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam bermedia sosial, menghindari unggahan yang dapat melanggar hukum, serta menyelesaikan persoalan secara musyawarah tanpa harus dipublikasikan di ruang digital. (r1c,h3r)

Redaksi

Recent Posts

Eks Kepala Puskesmas Krejengan Buka Suara Terkait Isu Penyalahgunaan Anggaran dan Dugaan Perselingkuhan Oknum Pegawai

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Mantan Kepala Puskesmas Krejengan, dr. Mohammad Erfan Kafiluddin, memberikan klarifikasi tegas terkait…

4 jam ago

Korban Penipuan Cathay Pacific Menanti Keadilan, Kuasa Hukum Pertanyakan Status Tersangka LSS di Polrestabes Surabaya

SURABAYA – Kasus dugaan penipuan paket perjalanan mewah ke Jepang yang merugikan sebuah keluarga di…

7 jam ago

ASKAB PSSI Bangkalan Gelar Kongres Tahunan: Fokus Prestasi dan Komitmen Seleksi Transparan

BANGKALAN, DetikNusantara.co.id – Asosiasi Kabupaten (ASKAB) PSSI Bangkalan sukses menyelenggarakan Kongres Tahunan 2026 sebagai momentum evaluasi…

1 hari ago

Heboh Dugaan Dana ‘Damai’ Rp300 Juta dalam Kasus Pelecehan Seksual di Ponpes Sumberkerang Probolinggo

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret oknum pengasuh Pondok Pesantren berinisial ED…

1 hari ago

Tolak Beri Bantuan Hukum ke Grace Natalie, DPP PSI Diprotect Keras DPC Bogor Utara: Mencederai Marwah!

BOGOR – Gejolak internal melanda Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PSI Bogor…

1 hari ago

Gebrakan Kepala BPN Jember Baru: SEKTI Tagih Janji Reforma Agraria dan Penyelesaian Konflik Lahan

Jember - Persoalan konflik agraria masih menjadi perhatian utama kalangan petani di Kabupaten Jember. Hal…

2 hari ago