Categories: Pemerintahan

Khitanan Massal Gratis di Momen Liburan Sekolah di Situbondo

SITUBONDO, detiknusantara.co.id – Manfaatkan momen libur panjang sekolah, Ratusan warga dari berbagai kecamatan memadati kediaman Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah di Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Rabu (02/07/2025).

Dari pantauan di lapangan, terlihat warga sangat antusias mengantar anak anaknya mengikuti acara khitanan massal gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Dinas Kesehatan.

Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah menyampaikan, bahwa program khitanan massal kali ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk membuat meringankan beban ekonomi masyarakat.

“Ini adalah komitmen pemerintah daerah untuk membahagiakan anak-anak dan membantu keluarga yang mungkin secara ekonomi terbatas. Sebab biaya khitan secara mandiri bisa cukup mahal, jadi ini bisa menjadi solusi meringankan beban masyarakat” ujar Mbak Ulfi sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Mbak Ulfi menyampaikan bahwa program khitanan massal tidak hanya dilakukan di wilayah timur saja melainkan ada tiga titik.

“Ini akan dilanjutkan di wilayah tengah dan barat Kabupaten Situbondo,” Imbuhnya

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan bahwa ke depannya program ini akan ditingkatkan lagi, melihat respon dan antusias masyarakat yang begitu luar biasa.

“Melihat tingginya antusiasme, kami akan evaluasi dan targetkan kuota bisa ditambah,” kata dia.

Selain itu, pihaknya berharap dengan adanya khitanan massal ini bisa membantu meringankan beban masyarakat.

“Saya harap ini bisa membantu meringankan beban masyarakat, karena saya tahu betul saat ini para nelayan sulit mendapatkan ikan dilaut,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, dr. Sandi Hendrayono, menyampaikan bahwa khitanan massal ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Situbondo dalam memberikan pelayanan kesehatan yang merata, terutama kepada masyarakat kurang mampu.

“Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai bentuk layanan kesehatan gratis kepada masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang belum dikhitan,” kata dr. Sandi.

Selain itu, dr Sandi mengungkapkan jika batas kuota awal sebanyak 100 peserta namun karena membludaknya antusiasme warga sehingga ada penambahan kuota sebanyak 70 peserta.

“Antusiasme warga begitu tinggi. Awalnya panitia hanya membuka kuota untuk 100 peserta, namun karena membludaknya pendaftar, jumlah tersebut ditingkatkan menjadi total 170 anak. Para peserta datang dari Kecamatan Asembagus, Jangkar, Arjasa, dan Banyuputih,” ujar dr Sandi.

Ia menambahkan bahwa setiap peserta tidak hanya mendapatkan layanan medis, namun juga bingkisan sebagai bentuk kepedulian.

“Setelah proses khitan selesai, anak-anak mendapatkan sarung, kue, dan uang tali asih. Ini sebagai bentuk perhatian agar mereka tetap merasa nyaman dan senang,” imbuhnya.

Salah satu warga, Pandu Gasila Efendi, orang tua dari peserta khitanan massal, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemkab Situbondo. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu masyarakat kecil.

“Alhamdulillah saya merasa sangat terbantu. Anak saya bisa dikhitan tanpa biaya dan pelayanannya bagus,” ujar Pandu.

Ia juga berharap agar kegiatan seperti ini terus dilanjutkan dan diperluas cakupannya. “Semoga tahun depan bisa lebih banyak pesertanya dan lebih meriah lagi. Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat seperti kami,” pungkasnya.

Kegiatan berlangsung tertib dan penuh kehangatan. Para tenaga medis yang bertugas pun melayani dengan ramah dan profesional. Anak-anak yang telah dikhitan tampak bahagia menerima bingkisan dan perhatian dari para panitia.

Redaksi

Recent Posts

Apakah Uang yang Dikembalikan Tersangka Korupsi Bisa Ditarik Kembali Jika Penyidikan Dihentikan (SP3)?

DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada soalan: Seseorang telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 603 dan 604 KUHP.…

1 hari ago

Dilema Delik Pengancaman: Bedah Unsur Pasal 483 KUHP dalam Transaksi ‘Take Down’ Berita oleh Oknum Jurnalis

DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada rumusan Kasus: Seorang individu meminta kepada seorang oknum jurnalis untuk menurunkan (take…

1 hari ago

Logika Kalender Hijriah: Bahaya di Balik Sikap Tidak Konsisten Memilih Awal dan Akhir Ramadan

DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada sebuah soalan: apakah boleh seseorang mengawali puasa mengikuti keputusan pemerintah (1 Ramadan…

1 hari ago

Kisah Pilu Nada, Balita di Probolinggo Pejuang Atresia Bilier yang Butuh Uluran Tangan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Di sebuah rumah sederhana di Dusun Krajan 1, Desa Sumberan, Kecamatan Besuk,…

2 hari ago

Pastikan Listrik Idul Fitri 1447 H Aman, PLN NP UP Paiton Gelar Apel Kesiapsiagaan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, PT PLN Nusantara Power…

3 hari ago

Aksi Sosial di Exit Tol Leces: Wartawan dan Aktivis Probolinggo Bantu Sopir Truk Asal Jember

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan oleh Komunitas Media Siber Probolinggo (KOMSIPRO) dan aktivis…

3 hari ago