Categories: Berita

LSM JAKPRO Soroti Menu Tak Layak Program Makan Bergizi Gratis di SPPG Alaskandang Probolinggo

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Aktivis Probolinggo (JAKPRO) menyatakan keprihatinan mendalam atas temuan ketidaklayakan menu dalam distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program yang menyasar kelompok rentan 3B (Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui) ini diduga jauh dari standar gizi nasional.

Humas LSM JAKPRO, Muhammad Rizqi Imron, mengungkapkan temuan ini berdasarkan aduan masyarakat di Desa Sindetlami dan Desa Besuk Agung, Kecamatan Besuk. Warga yang menerima paket dari Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Alaskandang mengeluhkan komposisi makanan yang diterima:

  • Paket Balita: 2 kotak susu kecil, 2 butir telur, 1 buah roti molen, dan 1 buah blewah.
  • Paket Ibu Menyusui: 2 kotak susu, 2 butir telur, 1 buah roti molen, dan 2 buah apel.

“Menu ini memicu tanda tanya besar di masyarakat mengenai standar kelayakan gizi yang ditetapkan pemerintah,” ujar Imron, Kamis (5/3/2026).

Menindaklanjuti temuan tersebut, LSM JAKPRO melakukan konfirmasi langsung kepada Ketua Lapangan Dapur MBG Alaskandang, Kusmiati. Meski mengakui memiliki kewenangan penuh dalam mengontrol dan memantau menu, Kusmiati justru enggan memberikan penjelasan teknis terkait perhitungan gizi.

Ia justru melimpahkan tanggung jawab tersebut kepada Ketua Yayasan. “Ini sangat kontradiktif. Di satu sisi mengaku punya wewenang kontrol, tapi saat ditanya dasar gizi dan kelayakan, beliau malah menghindar dan melempar beban ke Ketua Yayasan,” tegas Imron.

Upaya verifikasi lebih lanjut oleh JAKPRO juga terhambat. Pihak lapangan enggan memberikan akses komunikasi ke bagian teknis produksi (Kepala Dapur). Sikap tertutup ini memperkuat dugaan adanya ketidaksiapan serta kurangnya transparansi dalam pengelolaan anggaran program MBG yang bersumber dari uang rakyat.

LSM JAKPRO memastikan akan mengambil langkah hukum dan administratif. Dalam waktu dekat, mereka berencana mengirimkan surat resmi kepada Satgas MBG Kabupaten Probolinggo untuk meminta monitoring dan evaluasi total terhadap SPPG Alaskandang.

“Kami akan berkoordinasi dengan tim hukum agar langkah kami sesuai dengan regulasi yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran berat, kami mendesak agar operasional dapur tersebut segera dihentikan demi keselamatan gizi masyarakat,” pungkas Imron.

Admin

Recent Posts

Sosok Iptu Miftahol Rahman, Kapolsek Krejengan yang Ramah dan Tegas serta Dekat dengan Ulama

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Sosok polisi yang ramah namun tetap tegas dalam menjalankan tugas terlihat pada…

5 jam ago

Video Dugaan Penelantaran Pasien Kecelakaan RSUD Waluyo Jati Viral, Gus Haris Sidak dan Siapkan Audit

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Video yang menyoroti pelayanan RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur,…

6 jam ago

Perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan Diduga Belum Terima Jasa Medis Susulan Selama 8 Bulan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Sejumlah perawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, diduga belum menerima…

12 jam ago

Merayakan Al-Qur’an, Menghidupkannya: Catatan Perjalanan Surabaya–Semarang

SURABAYA, DetikNusantara.co.id — Pukul enam pagi, perjalanan dari Surabaya menuju Semarang dimulai. Perjalanan itu bukan…

1 hari ago

BNPM DPC Konang Salurkan 5 Tangki Air Bersih Gratis, Warga Antusias di Tengah Kemarau Panjang

BANGKALAN, DetikNusantara.co.id – Musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah membuat sebagian masyarakat mengalami kesulitan…

1 hari ago

Pasien Kecelakaan Meninggal di RSUD Waluyo Jati, Keluarga Soroti Pelayanan Rumah Sakit

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, menjadi…

1 hari ago