Categories: Berita

Penggiat Seni Probolinggo Kecewa Berat: Gedung Kesenian Miliaran Rupiah Tak Layak dan Terbengkalai

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Pembangunan gedung kesenian di Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, yang menelan anggaran mencapai Rp2,2 miliar, menuai kritik tajam dari kalangan penggiat seni. Mereka menilai desain bangunan dan pemilihan material jauh dari esensi sebuah fasilitas yang seharusnya mewadahi kegiatan kesenian.

Alih-alih menjadi ruang ekspresi, gedung yang dibangun tanpa konsep matang dan tanpa melibatkan aspirasi seniman lokal ini justru terbengkalai dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Pemerhati seni yang juga Ketua Dewan Masyarakat Adat Nusantara (Matra) Kabupaten Probolinggo, Catur Margatama, mengungkapkan sejumlah kejanggalan fatal pada bangunan tersebut, terutama terkait aspek keselamatan para pelaku seni yang kelak akan beraktivitas di dalamnya.

“Banyak sekali kekurangan di dalam gedung ini. Tidak ada ventilasi udara yang memadai, panggungnya terlampau sempit, Ini jelas mengancam keselamatan benda-benda seni dan para seniman,” ungkap Catur pada Selasa (5/5/2025).

Lebih lanjut, Catur menyoroti kualitas pemasangan atap seng atau galvalum yang dinilai dikerjakan secara serampangan dan berpotensi membahayakan. “Beginilah akibatnya jika pembangunan tidak terkonsep dengan baik, ibarat perahu tertutup seng tanpa mempertimbangkan aspek teknis (ST3) dan kenyamanan di dalamnya,” tegasnya.

Bangunan yang dinilai minim sentuhan artistik, terkesan monoton, dan kurang memiliki identitas seni yang kuat ini kini menjadi sorotan publik.

“Seharusnya, gedung kesenian ini menjadi ruang yang menginspirasi, baik bagi para seniman maupun penikmat seni. Namun, dengan desain dan material seperti ini, justru sangat membahayakan bagi para pelaku seni,” jelas Catur.

Catur berharap Pemerintah Kabupaten Probolinggo bersedia membuka dialog dan melibatkan para pelaku seni dalam proses perencanaan lebih lanjut. Mereka meyakini bahwa dengan kolaborasi yang baik, gedung kesenian yang dibangun akan benar-benar menjadi representasi rumah bagi beragam ekspresi seni dan budaya di Kabupaten Probolinggo.

Ironisnya, gedung kesenian yang menelan anggaran sekitar Rp2,2 miliar ini kini terbengkalai dan tidak dapat difungsikan sesuai peruntukannya. Lebih ironis lagi, pantauan Reporter Detik Nusantara pada Selasa (5/5/2025) menunjukkan bahwa bangunan yang seharusnya menjadi pusat kegiatan seni ini justru ditempati oleh unit Pemadam Kebakaran (Damkar). Situasi ini menimbulkan pertanyaan, apakah ini merupakan upaya untuk meredam isu “Gedung Kesenian Kraksaan Mangkrak”?

Redaksi

Recent Posts

Kontes Sapi, Kambing dan Domba di Lumajang Jadi Ajang Cetak Bibit Unggul

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar…

4 menit ago

Camat Kraksaan Dipanggil Kejaksaan dan Inspektorat Terkait Anggaran 2025 Salah Satunya Mamin Rp657,8 Juta

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Camat Kraksaan, Puja Kurniawan, dipanggil oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo dan Inspektorat…

18 jam ago

Camat Kraksaan Diperiksa Kejaksaan dan Inspektorat Terkait Laporan Anggaran Mamin

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Camat Kraksaan, Puja Kurniawan, membenarkan dirinya telah dimintai konfirmasi dan klarifikasi oleh…

2 hari ago

Diduga Oknum Penyidik Polres Probolinggo Tidak Profesional Dinilai Merendahkan Profesi LBH

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Dugaan ketidakprofesionalan oknum penyidik Polres Probolinggo mencuat saat Lembaga Bantuan Hukum (LBH)…

4 hari ago

Golkar Cup 2026 di Desa Batur Meriah, UMKM Ikut Ketiban Berkah

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Final Golkar Cup 2026 di Lapangan Desa Batur, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo,…

5 hari ago

CARPAK? Raut Gusar Warga Kulon Pasar Tanjung Jember

Ditulis oleh : Mochammad Faizin, Wakabid Politik DPC GMNI Jember   “CARPAK!!!”, Sebuah kata kultural…

5 hari ago