PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Pesan bijak almarhum KH Ahmad Nizar Jakfar kembali menggema dalam acara Tasyakkuran dan Pelepasan Siswa Akhir MTs dan MA Fatahillah Tahun Ajaran 2025-2026 yang digelar di halaman Pondok Pesantren Fatahillah, Desa Sumberkerang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Kamis (18/6/2026).
Sebanyak 80 santri resmi dilepas, terdiri dari 34 lulusan kelas IX MTs Fatahillah dan 46 lulusan kelas XII MA Fatahillah. Acara dihadiri pengurus yayasan, dewan guru, komite madrasah, serta wali santri.
Mewakili Kepala MTs-MA Fatahillah, Muslimin Syaba, M.Pd.I menyampaikan pesan yang diwariskan pendiri Pondok Pesantren Fatahillah, almarhum KH Ahmad Nizar Jakfar.
“Ngaji ben pinter, berakhlak ben bener. Bawak kemanapun kalian berada,” ujar Muslimin mengutip pesan sang kiai yang menjadi pedoman bagi para alumni.
Dalam sambutannya, Muslimin juga menyampaikan apresiasi dan permohonan maaf kepada para wali santri atas segala kekurangan selama proses pendidikan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada madrasah. Kami juga memohon maaf apabila selama mendidik putra-putri Bapak dan Ibu masih terdapat pelayanan yang belum sempurna,” katanya.
Ia berpesan kepada para lulusan agar selalu menjaga salat, menjaga nama baik almamater Fatahillah, serta tidak berhenti belajar dan aktif dalam kegiatan sosial maupun keagamaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari akhlak dan kontribusi nyata kepada lingkungan sekitar.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Fatahillah, KH Ghufron, M.Pd., memaparkan sejumlah program yang disiapkan bagi para alumni. Program tersebut meliputi kewajiban menyelesaikan pendidikan diniyah hingga jenjang Madrasah Aliyah, pengabdian atau khidmat pesantren minimal satu tahun sebagai guru tugas, serta penyediaan beasiswa S1 bagi alumni yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.
Selain itu, Pondok Pesantren Fatahillah juga membuka pendaftaran peserta didik baru. Pada tahun pertama, santri diperbolehkan berangkat dari rumah dengan syarat mengikuti pendidikan madrasah diniyah dan pendidikan formal di MTs maupun MA Fatahillah.
KH Ghufron menegaskan bahwa pesantren berkomitmen memberikan layanan pendidikan dan biaya mondok yang terjangkau agar dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Ketua Komite Madrasah, KH Saiful Muhajir, S.Pd. Acara berlangsung khidmat dan penuh haru, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah serta sesi foto bersama antara wali santri, alumni, dan dewan guru.
BANGKALAN, DetikNusantara.co.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bangkalan melakukan pengawalan dan pengamanan ketat terhadap…
SITUBONDO, DetikNusantara.co.id – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan pencemaran lingkungan di kawasan pesisir Kecamatan Banyuglugur,…
SITUBONDO, DetikNusantara.co.id – Camat Bungatan, Yogie Kripsian Sah, terus melakukan berbagai inovasi untuk mendekatkan pelayanan…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret mantan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi…
SUMENEP, DetikNusantara.co.id – Kedatangan duo bintang dangdut masa kini, Mila dan Valen, di Pulau Kangean,…
MALANG, DetikNusantara.co.id – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, tensi persaingan positif antar-polres di Jawa Timur…