Categories: Daerah

Target 1.900 Penambang Manual Lumajang Dikaver BPJS Ketenagakerjaan, Baru Tercapai 1.100 Orang

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus berupaya memberikan perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja rentan di sektor pertambangan. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Pemkab Lumajang menargetkan sebanyak 1.900 pekerja tambang mandiri dan penambang manual terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk periode Juni hingga Desember 2026.

Namun hingga pertengahan tahun ini, realisasi target tersebut masih belum sepenuhnya terpenuhi. Kepala Disnakertrans Lumajang, Subhan, mengungkapkan bahwa sejauh ini baru sekitar 1.100 pekerja yang berhasil tercover dalam program jaminan sosial tersebut.

“Target kita 1.900 dan sampai saat ini masih belum terpenuhi, saat ini hanya mencapai di angka 1.100,” ujar Subhan saat memberikan keterangan kepada media.

Subhan menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengejar pemenuhan target tersebut sebelum dilakukan evaluasi anggaran. Jika hingga batas waktu perubahan anggaran kuota 1.900 peserta belum juga terpenuhi, maka sisa kuota yang ada terpaksa akan dialihkan untuk sektor lain yang tidak kalah membutuhkan.

“Jika target tidak tercapai hingga perubahan anggaran, sisa kuota akan dialihkan untuk masyarakat miskin rentan, khususnya mereka yang berada di kategori desil 1 dan 2,” tambah Subhan.

Program perlindungan sosial yang dibiayai oleh pemerintah ini memang dikhususkan bagi para penambang manual dan sopir truk tambang yang bekerja secara mandiri atau informal. Sementara itu, untuk para pekerja tambang yang sudah terikat kontrak dengan perusahaan resmi, kewajiban membayar premi BPJS Ketenagakerjaan mutlak menjadi tanggung jawab perusahaan masing-masing.

Pekerjaan di sektor pertambangan rakyat memiliki risiko yang sangat tinggi. Oleh sebab itu, Pemkab Lumajang mengalokasikan anggaran khusus untuk memastikan keselamatan kerja para penambang mandiri ini tetap terjamin.

“Yang kita cover itu seperti penambang manual dan sopir truk tambang, karena sektor ini sangat rentan terjadi kecelakaan kerja hingga mengakibatkan meninggal dunia. Biayanya ditanggung pemerintah dari dana DBHCHT selama 7 bulan, mulai Juni sampai Desember dengan premi sebesar 16 ribu rupiah per bulan,” jelas Subhan secara rinci.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lumajang, Delis, menjelaskan secara detail mengenai hak perlindungan penuh terhadap risiko kerja yang akan didapatkan oleh para peserta program ini.

“Apabila terjadi risiko kecelakaan kerja, maka biaya rumah sakit akan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan, tetapi tentu ada batasan sesuai prosedur yang berlaku,” kata Delis.

Delis juga mengingatkan pentingnya konsistensi dalam pembayaran iuran setelah masa subsidi dari pemerintah berakhir pada Desember 2026. Ia mengimbau agar para pekerja melanjutkan kepesertaan secara mandiri demi keselamatan jangka panjang.

“Jika peserta tidak memperpanjang iuran setelah Desember 2026, akan ada masa tenggang selama 3 bulan. Jika setelah masa tenggang itu iuran tetap tidak dibayar, maka kepesertaan akan terputus secara otomatis dan hak-hak klaim BPJS Ketenagakerjaan tidak lagi bisa dicairkan,” tegas Delis.

Melalui program stimulus ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap dapat mengurangi beban finansial dan risiko sosial bagi para pekerja tambang lokal yang setiap harinya harus berhadapan dengan bahaya dan medan berat di lapangan.

Admin

Recent Posts

Pembangunan KDKMP di Lumajang Capai 93 Persen, Ditargetkan Rampung Bulan Ini

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus…

16 jam ago

Guru MA di Probolinggo Diduga Tertipu Investasi Bodong Serbuk Kayu Rp18 Juta, Janji Bagi Hasil Tak Kunjung Cair

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Janji keuntungan dari investasi serbuk kayu atau sodas justru membuat seorang guru…

20 jam ago

Stok Vaksin Influenza dan Typhoid Kosong, BKK Probolinggo Siapkan Faskes Mitra untuk Pelayanan Internasional

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Masyarakat yang membutuhkan vaksinasi internasional di Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I…

21 jam ago

PDIP Sampang Bergerak Cepat, Salurkan Air Bersih Gratis dan Gelar Salat Istisqa di Desa Labuhan

PDIP Sampang Bergerak Cepat, Salurkan Air Bersih Gratis dan Gelar Salat Istisqa di Desa Labuhan…

4 hari ago

15 Guru dan Pensiunan Laporkan Dugaan Penggelapan Dana KPRI Kowardik Rp281 Juta ke Polisi

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Sebanyak 15 guru aktif dan pensiunan di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa…

5 hari ago

Zubaidi: RSUD Waluyo Jati Perlu Dievaluasi, DPRD Soroti Prosedur Medis dan Komunikasi Pasien

PROBOLINGGO, detiknusantara.co.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap…

5 hari ago