PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Probolinggo menuai sorotan tajam. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cakra Probolinggo menerima aduan serius dari masyarakat terkait adanya temuan ulat pada menu makanan yang disajikan kepada siswa di wilayah Kecamatan Krejengan.
Sekretaris LBH Cakra Probolinggo, Noval Yulianto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi bukti berupa rekaman video dari warga. Dalam video tersebut, terlihat jelas ulat berada di dalam menu tumis kacang panjang dan jagung.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa paket makanan tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Opo-opo, Krejengan.
“Kami akan segera menindaklanjuti laporan ini dengan bersurat kepada Satgas MBG Probolinggo dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera dilakukan inspeksi mendadak (sidak),” tegas Noval saat memberikan keterangan pers, Kamis (16/4).
Noval menambahkan, Satgas MBG Probolinggo harus bertindak tegas. Jika dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya ketidaksesuaian standar operasional atau perizinan yang belum lengkap, LBH Cakra mendesak agar SPPG tersebut ditutup sementara.
“Langkah ini penting demi menjaga marwah program Presiden Prabowo Subianto. Pihak SPPG tidak boleh semena-mena. Legalitas dan higienitas adalah harga mati karena ini menyangkut kesehatan generasi bangsa,” tambahnya.
Sebagai bentuk pengawasan partisipatif, LBH Cakra Probolinggo mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor jika menemukan menu makanan yang tidak layak, membahayakan, atau merugikan siswa.
Masyarakat dapat melaporkan temuan secara langsung atau melalui saluran berikut:
- Alamat Kantor: Sekretariat LBH Cakra, Desa Krejengan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo.
- Hotline Pengaduan: 0852-5340-9319.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Opo-opo Krejengan belum memberikan keterangan resmi atau klarifikasi terkait temuan ulat dalam menu tersebut meskipun upaya konfirmasi telah dilakukan.













