PROBOLINGGO,DetikNusantara.co.id – Salah satu korban selamat ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, yakni Syahlendra Haikal, masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Santri 13 tahun asal Desa Sepuhgembol, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Ia menjadi satu dari sedikit korban selamat dalam tragedi ambruknya musala Al Khoziny,.
Selama tiga hari, Haikal terjebak di bawah puing bangunan bersama dua temannya yang meninggal dunia. Dalam kegelapan dan rasa sakit yang tak terbayangkan, ia tetap berpegang teguh pada imannya. Di sela deru napas berat, Haikal masih berusaha melaksanakan salat.
“Yang penting saya masih bisa salat,” ujarnya lirih, usai menjalani amputasi kaki di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.
Keteguhan hatinya membuat banyak orang menitikkan air mata. Di tengah rasa haus yang mendera, Haikal menolak meminum air milik temannya yang telah wafat.
“Itu bukan hak saya,” katanya pelan, menunduk.
Sang ibu, Dwi Ajeng, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan bahwa Haikal sempat merasa diberi minum oleh seorang anak kecil misterius di bawah reruntuhan.
“Itu yang membuat saya yakin, ada pertolongan Allah,” tutur Ajeng haru.
Kini, Haikal dirawat intensif dan menjadi gambaran nyata ketabahan luar biasa seorang santri.
DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada soalan: Seseorang telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 603 dan 604 KUHP.…
DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada rumusan Kasus: Seorang individu meminta kepada seorang oknum jurnalis untuk menurunkan (take…
DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada sebuah soalan: apakah boleh seseorang mengawali puasa mengikuti keputusan pemerintah (1 Ramadan…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Di sebuah rumah sederhana di Dusun Krajan 1, Desa Sumberan, Kecamatan Besuk,…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, PT PLN Nusantara Power…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan oleh Komunitas Media Siber Probolinggo (KOMSIPRO) dan aktivis…