Categories: Berita

Aliansi L3GAM Minta Bukti Konkret Atas Tuduhan Rekayasa Polemik Anggaran KUA-PPAS Probolinggo

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam ALIANSI L3GAM, menanggapi polemik yang berkembang terkait dugaan rekayasa teknokratis dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2026 Kabupaten Probolinggo.

Mereka mendesak agar isu ini segera diklarifikasi secara komprehensif guna mencegah terbentuknya opini publik yang tidak akurat dan berpotensi menyesatkan.

ALIANSI L3GAM menilai, isu ini perlu segera diluruskan guna mencegah terbentuknya opini publik yang keliru dan tidak berimbang.

Menurut ALIANSI L3GAM, analisis yang beredar cenderung menyederhanakan mekanisme anggaran daerah dan berpotensi menggiring persepsi publik pada kesimpulan yang belum teruji.

Ia menegaskan bahwa penyusunan KUA–PPAS merupakan proses yang sangat ketat, melibatkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta pembahasan resmi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

“Tudingan bahwa TPAD sengaja menjerumuskan kepala daerah adalah klaim serius yang harus dibuktikan dengan data konkret, bukan sekadar asumsi atau dugaan semata,” tegas Ketua Akuansi L3GAM.

Aliansi L3GAM menjelaskan bahwa perubahan komposisi Belanja Modal, Belanja Barang dan Jasa, serta Belanja Pegawai tidak dapat secara langsung dikaitkan dengan pelanggaran hukum. Proporsi anggaran sangat dipengaruhi oleh mandatory spending, kemampuan fiskal daerah, prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), serta kebijakan nasional.

“Menurunnya Belanja Modal tidak otomatis berarti mengabaikan rakyat, dan meningkatnya Belanja Barang tidak otomatis identik dengan praktik mark-up. Regulasi tidak menetapkan persentase baku; yang terpenting adalah keselarasan dengan kebutuhan pembangunan daerah,” jelasnya.

Pihaknya juga menyoroti penggunaan istilah “kejahatan kebijakan anggaran” yang dinilai dapat menimbulkan impresi seolah-olah telah terjadi perbuatan melanggar hukum pidana.

“Kami meminta semua pihak berhati-hati dalam menggunakan istilah yang bersifat menghakimi. Kritik harus berbasis data dan regulasi, bukan dibangun dengan narasi dramatis yang dapat memperkeruh suasana,” ujar Aliansi L3GAM.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa membentuk opini publik seakan-akan telah terjadi penyimpangan sebelum ada klarifikasi resmi justru dapat mengganggu stabilitas birokrasi dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

“Aliansi L3GAM selalu mengedepankan kontrol sosial yang objektif. Jika ada kejanggalan, kami mendorong pemeriksaan dan klarifikasi, bukan penghakiman prematur,” tambahnya.

Mengakhiri pernyataannya, Aliansi L3GAM mengajak semua elemen masyarakat untuk tetap mengedepankan integritas, objektivitas, dan akurasi data dalam menyampaikan kritik.

“APBD memang uang rakyat, tetapi jangan sampai atas nama rakyat kita menyebarkan kesimpulan yang belum diuji. Mari menjaga suasana kondusif dan mengawal anggaran daerah dengan cara yang benar: melalui fakta, regulasi, dan mekanisme resmi,” pungkasnya.

Redaksi

Recent Posts

Khofifah Salurkan Bantuan Rp19,6 Miliar untuk Kabupaten Probolinggo, Pemberdayaan Ekonomi hingga Infrastruktur

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial dan program…

10 jam ago

Hujan Deras di Kawasan Semeru, Bunda Indah Imbau Penambang Hentikan Aktivitas Sementara

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau yang akrab disapa Bunda Indah, mengimbau seluruh…

13 jam ago

PSI Probolinggo Soroti Anggaran Perjalanan Dinas BPPKAD Rp467,79 Juta, Singgung Perlindungan Jurnalis

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Anggaran perjalanan dinas Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten…

13 jam ago

EKO BUDIYANTO, S.H.: KAMI TIDAK HADIR UNTUK MENCARI MUSUH, TAPI UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN

BANYUWANGI - Direktur Regional NGO Pemburu Ketidakadilan, *Eko Budiyanto, S.H.*, menegaskan bahwa kehadiran organisasinya adalah…

13 jam ago

Suka Bikin Gaduh Partai, PPP Jember Minta Prabowo Evaluasi Mardiono dari UKP

Pada tahun 2022, Mardiono resmi menjabat Plt. Ketum PPP setelah kudeta atas kepemimpinan Suharso Monoarfa…

13 jam ago

Aliansi BEM Probolinggo Raya Laporkan Dugaan Pemblokiran Jalan Pantura ke Polres, Minta Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Aliansi BEM Probolinggo Raya mendatangi Polres Probolinggo untuk melakukan audiensi sekaligus menyerahkan…

15 jam ago