Categories: BeritaPemerintahan

Demi Keselamatan Wisatawan, Dishub Probolinggo Larang Motor Matic ke Bromo Jelang Libur Panjang dan Yadnya Kasada

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Menjelang libur panjang akhir pekan dan perayaan Yadnya Kasada, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo mengeluarkan imbauan penting untuk keselamatan berkendara menuju kawasan wisata Gunung Bromo. Wisatawan diimbau tidak menggunakan kendaraan roda dua jenis maticsaat menanjak maupun menuruni jalur Bromo.

Imbauan ini bukan tanpa alasan. Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo, Edy Suryanto, menjelaskan bahwa larangan ini merupakan tindak lanjut dari Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama pemangku kepentingan terkait. Keputusan ini diambil setelah serangkaian insiden kecelakaan yang melibatkan motor matic di jalur terjal dan berliku Gunung Bromo, bahkan beberapa di antaranya menyebabkan korban luka berat hingga meninggal dunia.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengunjung dan wisatawan untuk tidak menggunakan motor matic saat menuju atau kembali dari Bromo. Ini demi keselamatan bersama,” tegas Edy.

Menurut Edy, motor matic tidak dirancang untuk menghadapi medan ekstrem seperti tanjakan dan turunan curam di kawasan Bromo, khususnya di Kecamatan Sukapura. “Sistem pengereman dan traksi roda motor matic dinilai kurang stabil saat menghadapi turunan panjang dan tikungan tajam,” jelasnya.

Untuk memastikan informasi ini tersebar luas, Dishub Kabupaten Probolinggo telah memasang banner sosialisasi secara serentak pada Kamis (5/6/2025) malam. Pemasangan dilakukan di sejumlah titik strategis di jalur menuju Bromo, terutama di wilayah Kecamatan Sukapura. Langkah cepat ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan selama libur panjang akhir pekan dan menjelang pelaksanaan Yadnya Kasada, sebuah upacara adat penting masyarakat Suku Tengger.

“Kami sengaja pasang malam ini karena besok sudah memasuki long weekend. Harapannya, mulai hari pertama libur para wisatawan sudah terinformasikan dan dapat mengambil keputusan yang lebih aman,” terang Edy.

Pemkab Probolinggo berharap upaya ini dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas di kawasan wisata Bromo. Dengan meningkatnya kesadaran pengunjung terhadap risiko penggunaan kendaraan matic, diharapkan perjalanan wisata ke Bromo dapat berlangsung aman dan nyaman. “Kami tidak melarang masyarakat untuk berwisata, tetapi kami tekankan pentingnya keselamatan. Jangan sampai liburan berubah menjadi musibah,” pungkasnya.

Redaksi

Recent Posts

ASKAB PSSI Bangkalan Gelar Kongres Tahunan: Fokus Prestasi dan Komitmen Seleksi Transparan

BANGKALAN, DetikNusantara.co.id – Asosiasi Kabupaten (ASKAB) PSSI Bangkalan sukses menyelenggarakan Kongres Tahunan 2026 sebagai momentum evaluasi…

12 jam ago

Heboh Dugaan Dana ‘Damai’ Rp300 Juta dalam Kasus Pelecehan Seksual di Ponpes Sumberkerang Probolinggo

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret oknum pengasuh Pondok Pesantren berinisial ED…

12 jam ago

Tolak Beri Bantuan Hukum ke Grace Natalie, DPP PSI Diprotect Keras DPC Bogor Utara: Mencederai Marwah!

BOGOR – Gejolak internal melanda Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PSI Bogor…

19 jam ago

Gebrakan Kepala BPN Jember Baru: SEKTI Tagih Janji Reforma Agraria dan Penyelesaian Konflik Lahan

Jember - Persoalan konflik agraria masih menjadi perhatian utama kalangan petani di Kabupaten Jember. Hal…

1 hari ago

Tingkatkan Mutu Pendidikan, MTs Raudlatul Hasaniyah Jalani Visitasi Akreditasi BAN PDM Jawa Timur

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Dalam upaya menjamin kualitas layanan pendidikan dan standarisasi mutu madrasah, Madrasah Tsanawiyah…

1 hari ago

Gandeng LPBH PCNU Kraksaan, Muslimat NU Kraksaan Siapkan Kader Tangguh Melek Hukum dan Organisasi

PROBOLINGGO, detiknusantara.co.id – Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Kota Kraksaan menggelar rapat koordinasi dan konsolidasi…

2 hari ago