PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cahaya Keadilan Rakyat (Cakra) Probolinggo melayangkan kecaman keras terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Matekan, Kecamatan Besuk. Kecaman ini dipicu oleh temuan adanya tenaga ahli gizi yang dinilai tidak kompeten dan tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
Sekretaris LBH Cakra, Noval Yulianto, mengungkapkan bahwa berdasarkan temuan Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Probolinggo, petugas yang mengisi posisi Ahli Gizi di SPPG tersebut ternyata merupakan lulusan Kesehatan Masyarakat (Kesmas), bukan lulusan Ilmu Gizi.
Noval menilai perbedaan latar belakang pendidikan ini berdampak langsung pada kualitas layanan masyarakat. Menurutnya, petugas tersebut belum sepenuhnya memahami seluk-beluk pemenuhan gizi yang harus disajikan dalam program pemerintah.
“Hal inilah yang akhirnya menimbulkan keluhan di tengah masyarakat. Karena yang bersangkutan tidak paham secara mendalam terkait regulasi dan teknis gizi, kualitas sajian pun menjadi taruhannya,” ujar Noval kepada awak media.
Noval menjelaskan bahwa merujuk pada kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN), idealnya posisi ahli gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib diisi oleh lulusan Ilmu Gizi.
Meskipun dalam kondisi darurat tenaga lulusan Kesmas atau Teknologi Pangan diperbolehkan, mereka tetap harus memiliki sertifikasi atau pengetahuan mendalam mengenai keamanan pangan. Dalam kasus di SPPG Matekan, LBH Cakra menilai terjadi kelalaian administratif dan teknis yang fatal.
“Pihak SPPG harus diberikan sanksi tegas atas kelalaian ini. Ini menyangkut keamanan pangan dan kualitas gizi generasi kita,” tegas Noval.
LBH Cakra mengingatkan bahwa terdapat konsekuensi serius bagi SPPG yang mengabaikan standar kompetensi tenaga kerja, di antaranya:
Kasus ini kini menjadi sorotan publik di Kabupaten Probolinggo, mengingat program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis nasional yang memerlukan pengawasan ketat dari berbagai pihak.
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (DPD…
SITUBONDO, DetikNusantara.co.id – Satresnarkoba Polres Situbondo kembali menorehkan prestasi dalam pemberantas obat keras berbahaya (okerbaya).…
SITUBONDO, DetikNusantara.co.id – Sapi jantan jenis simental bernama "Jaguar" milik peternak asal Kabupaten Situbondo, Jawa…
SITUBONDO, DetikNusantara.co.id – Suasana penuh keakraban dan kebersamaan menyelimuti Lapangan Tennis Mapolres Situbondo pada Sabtu…
Jember - Rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Desa Silo, Kecamatan Silo,…
SUMENEP, DetikNusantara.co.id — Kecelakaan lalu lintas tunggal yang memakan korban jiwa kembali terjadi di wilayah…