Categories: Ekonomi

Sindir Program Seremonial, Agus MM: Jangan Sampai Pendataan ASN Hanya Formalitas Belaka

Jember – Isu kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember kembali menjadi sorotan tajam. Dengan jumlah penduduk miskin yang konsisten berada di atas 200 ribu jiwa selama satu dekade terakhir dan menempati posisi kedua tertinggi di Jawa Timur, persoalan ini dinilai telah memasuki kategori darurat sosial yang membutuhkan respons kebijakan luar biasa.

 

Pemerintah Kabupaten Jember melalui Bupati Fawait baru-baru ini menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk turun langsung melakukan verifikasi dan validasi data warga miskin. Langkah ini disebut sebagai upaya memperbaiki basis data penerima bantuan agar lebih akurat dan tepat sasaran.

 

Namun, kebijakan tersebut menuai kritik dari kalangan aktivis. Pengamat kebijakan publik Jember, Agus Mashudi, menilai pendekatan yang dilakukan pemerintah terkesan belum menyentuh akar persoalan. Ia mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam menempatkan pengentasan kemiskinan sebagai prioritas utama dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.

 

“Jika kemiskinan sudah dikategorikan sebagai darurat bencana sosial, maka semestinya ada keberpihakan anggaran yang signifikan. Idealnya, alokasi anggaran untuk penanggulangan kemiskinan bisa mencapai 40 persen dari APBD,” ujarnya.

 

Agus juga menyoroti potensi inkonsistensi antara narasi kebijakan dan realisasi anggaran. Menurutnya, mobilisasi ASN untuk pendataan berisiko menjadi langkah administratif semata apabila tidak diikuti dengan intervensi program yang terukur, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat miskin.

 

Data yang dihimpun menunjukkan adanya ketimpangan dalam struktur belanja daerah. Anggaran penunjang birokrasi, seperti pengadaan sewa kendaraan dinas untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mencapai Rp18,7 miliar. Sementara itu, anggaran kegiatan seremonial, termasuk program “Bunga Desaku”, diperkirakan menyerap hingga Rp25 miliar.

 

Di sisi lain, total anggaran untuk tiga program utama pengentasan kemiskinan langsung hanya berkisar Rp29,1 miliar. Kondisi ini dinilai mencerminkan belum optimalnya keberpihakan fiskal terhadap kelompok masyarakat rentan.

 

“Ketika anggaran seremonial dan birokrasi lebih dominan dibanding program pengentasan kemiskinan, maka wajar publik mempertanyakan arah kebijakan pembangunan daerah,” tegas Agus.

 

Pengamat menilai, tanpa reformulasi kebijakan anggaran yang lebih progresif dan berbasis data, upaya pengentasan kemiskinan di Jember berpotensi stagnan. Pemerintah daerah pun didorong untuk tidak hanya fokus pada validasi data, tetapi juga memastikan distribusi anggaran yang adil, efektif, dan berdampak langsung bagi masyarakat miskin.

 

Isu ketimpangan anggaran ini menjadi ujian penting bagi komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menjawab tantangan kemiskinan ekstrem secara sistemik dan berkelanjutan. – RCX

Redaksi

Recent Posts

Niat Audiensi Gagal, Pengurus Karteker PCNU Jember Tak Kunjung Melaksanakan Konfercab

JEMBER – Perwakilan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Jember mendatangi Kantor Pengurus Cabang…

4 jam ago

Keamanan Siber Jadi Tanggung Jawab Bersama, Diskominfo Lumajang Perkuat Kesiapsiagaan Seluruh OPD

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Keamanan siber kini bukan lagi menjadi tanggung jawab Dinas Komunikasi dan Informatika…

10 jam ago

Satresnarkoba Polresta Sumenep Tangkap Residivis Kasus Sabu, Polisi Amankan Barang Bukti Narkotika

SUMENEP, DetikNusantara.co.id – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Sumenep kembali berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika…

14 jam ago

DBHCHT 2026 Lumajang Capai Rp3,4 Miliar, DKPP Salurkan Pupuk dan Siapkan 25 Mesin Rajang untuk Petani Tembakau

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mengalokasikan Dana…

1 hari ago

PENA HIJAU Gelar Aksi Bersih Sungai di Probolinggo, Awali Gerakan Peduli Lingkungan Berkelanjutan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Komunitas Pemuda Nusantara Peduli Lingkungan Hijau (PENA HIJAU) memulai rangkaian gerakan peduli…

2 hari ago

KOPRI PKC PMII Jawa Timur Kecam Lambatnya Polda Jatim Tangani Kasus Kekerasan Perempuan

SURABAYA, 27 Juli 2026 – Korps PMII Putri (KOPRI) Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa…

2 hari ago