Categories: Berita

Temuan MBG Berulat di Probolinggo, LBH JIWA dan LSM Jakpro Bentuk Satgas Investigasi

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Temuan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berulat di Kecamatan Paiton serta telur yang diduga busuk di Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, memicu reaksi keras. Kasus ini menjadi perhatian serius LBH JIWA dan LSM Jaringan Aktivis Probolinggo (Jakpro) karena menyangkut standar kesehatan publik.

Kejadian ini tidak hanya meresahkan masyarakat, tetapi juga memicu keraguan publik terhadap standar keamanan pangan serta sistem pengawasan distribusi yang dijalankan oleh pihak penyedia layanan.

Ketua Tim Riset dan Pengembangan LBH JIWA, Dr. Hartono, menegaskan bahwa temuan makanan tidak layak konsumsi ini tidak bisa dianggap sebagai masalah teknis biasa. Menurutnya, ini adalah indikator lemahnya sistem pengendalian mutu (quality control).

“Dalam pelayanan konsumsi masal, setiap tahapan mulai dari pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi wajib berada di bawah pengawasan ketat. Munculnya ulat dan telur busuk menunjukkan adanya dugaan kelalaian prosedur higienitas,” ujar Dr. Hartono.

Ia menambahkan, kondisi ini sangat berisiko bagi kesehatan kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia, yang menjadi target utama program ini.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris LSM Jakpro, Purnomo, menyatakan bahwa penyediaan makanan tidak layak adalah bentuk pelanggaran hak masyarakat. Sebagai penerima manfaat, masyarakat berhak atas makanan yang aman dan sehat.

“Jika kualitas ini diabaikan, maka ada potensi tanggung jawab hukum, baik secara administratif, perdata, maupun pidana,” tegas Purnomo.

Purnomo juga menyoroti keterbatasan wewenang Satgas MBG tingkat kabupaten. Berdasarkan pantauannya, Satgas saat ini hanya berfungsi memfasilitasi dan melakukan assessment, namun tidak memiliki otoritas memberikan sanksi. Kewenangan penuh untuk melaporkan pelanggaran kepada Badan Gizi Nasional (BGN)berada di tangan Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menyikapi hal ini, LBH JIWA dan LSM Jakpro sepakat untuk membentuk satgas investigasi internal. Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk memantau seluruh SPPG di Kabupaten Probolinggo.

Fokus investigasi meliputi:

  • Kelayakan Konsumsi: Memastikan tidak ada lagi makanan berulat atau busuk.
  • Transparansi Anggaran: Memastikan porsi makanan yang diterima masyarakat sesuai dengan nilai anggaran yang dialokasikan pemerintah.

“Dalam waktu dekat, kami akan turun ke lapangan. Jika ditemukan penyimpangan atau ketidaksesuaian aturan, kami tidak akan segan untuk melaporkan temuan tersebut kepada pihak berwenang,” pungkas Purnomo.

Admin

Recent Posts

Kecamatan Bungatan Gelar Doa Bersama Sambut Ramadhan 1447 H

SITUBONDO, DetikNusantara.co.id – Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriyah, Pemerintah Kecamatan Bungatan menggelar pengajian…

2 hari ago

Program SAE Literasi: 12 Desa di Probolinggo Jadi Pilot Project Perpustakaan Inklusi 2026

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan…

2 hari ago

Dinamika dan Transformasi Kewenangan Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dalam Penegakan Hukum Tipikor

Detiknusantara.co.id - Dalam diskursus hukum pidana khusus di Indonesia, isu mengenai lembaga mana yang paling…

3 hari ago

Perkuat Mental Warga Binaan, Kemenag dan Rutan Kraksaan Gelar Pembinaan Rohani

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan terus berkomitmen meningkatkan kualitas spiritual…

3 hari ago

Pro Kontra Sekolah 5 Hari di Probolinggo: LPA Beri Catatan Kritis Terkait Hak Anak

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Rencana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kabupaten Probolinggo untuk menerapkan sistem lima…

4 hari ago

Perkuat Hukum Ketenagakerjaan, Disnaker Gandeng Lexnora Law Firm Probolinggo

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Guna memperkuat tata kelola hubungan industrial yang berkeadilan, Kementerian Ketenagakerjaan (Disnaker) menggelar…

4 hari ago