Categories: Berita

Banyak yang Bilang Harga Tembakau Probolinggo Tahun Ini Anjlok, Apa yang Mempengaruhi?

Probolinggo, DetikNusantara – Harga tembakau di Kabupaten Probolinggo pada musim panen tahun 2025 bervariasi, tetapi ada kecenderungan naik dibandingkan tahun sebelumnya.

Beberapa laporan menyebutkan harga tembakau kering bisa mencapai Rp 70 ribu per kilogram, bahkan lebih. Harga ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jenis tembakau, kualitas, dan permintaan pasar.

Pelaksana Harian Kabid Bidang Sarana, Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian pada Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Evi Rosella mengatakan, tembakau merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Probolinggo.

Data Badan Pusat Statistik atau BPS menyebut, daerah berpenduduk 1,15 juta penduduk pada 2020 itu menjadi penghasil tembakau terbanyak nomor dua di Jawa Timur. Produksi tembakau Probolinggo hanya kalah dari Jember.

Namun, petani tembakau Probolinggo menghadapi tantangan yang tidak ringan di sisi pemasaran.

“Kualitas tembakau, terutama tembakau Paiton VO sangat dipengaruhi oleh kebutuhan industri rokok. Karena itu, petani diharap dapat memproduksi tembakau yang memenuhi standar kualitas pabrikan, terutama selama musim hujan,” ujarnya.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga:

Jenis Tembakau:

Tembakau Paiton VO, misalnya, menjadi incaran petani karena harga jual daun keringnya yang menguntungkan.

Kualitas Tembakau:

Kualitas daun tembakau yang baik akan mendapatkan harga yang lebih tinggi.

Permintaan Pasar:

Kenaikan permintaan dari pabrik rokok dan gudang besar dapat mendorong harga tembakau naik.

Luas Lahan Tanam:

Jika luas lahan tanam tembakau meningkat pesat, harga jual bisa turun karena kelebihan pasokan.

Harapan Petani:

Petani berharap harga tembakau di gudang minimal Rp60.000 per kilogram agar mereka mendapatkan keuntungan yang layak.

Kondisi Pasar:

Meskipun harga tembakau menjanjikan, beberapa gudang besar belum membuka penyerapan tembakau dari petani, sehingga petani berharap gudang segera beroperasi.

Pentingnya Keseimbangan Produksi:

Pemerintah daerah dan petani perlu menjaga keseimbangan produksi tembakau agar harga jual tetap stabil dan tidak terlalu fluktuatif.

Kesimpulan:

Harga tembakau di Probolinggo pada tahun 2025 menunjukkan potensi kenaikan, namun perlu diwaspadai faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya. Petani berharap harga yang stabil dan menguntungkan dapat tercapai.

Redaksi

Recent Posts

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Ponpes Darul Arifin 2 Jember, Gus Khozin Tekankan Sinergi Pancasila dan NKRI

Jember - Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan digelar di Pondok Pesantren Darul Arifin 2, Kecamatan Kaliwates,…

2 jam ago

Sosok Iptu Miftahol Rahman, Kapolsek Krejengan yang Ramah dan Tegas serta Dekat dengan Ulama

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Sosok polisi yang ramah namun tetap tegas dalam menjalankan tugas terlihat pada…

6 hari ago

Video Dugaan Penelantaran Pasien Kecelakaan RSUD Waluyo Jati Viral, Gus Haris Sidak dan Siapkan Audit

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Video yang menyoroti pelayanan RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur,…

6 hari ago

Perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan Diduga Belum Terima Jasa Medis Susulan Selama 8 Bulan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Sejumlah perawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, diduga belum menerima…

6 hari ago

Merayakan Al-Qur’an, Menghidupkannya: Catatan Perjalanan Surabaya–Semarang

SURABAYA, DetikNusantara.co.id — Pukul enam pagi, perjalanan dari Surabaya menuju Semarang dimulai. Perjalanan itu bukan…

7 hari ago

BNPM DPC Konang Salurkan 5 Tangki Air Bersih Gratis, Warga Antusias di Tengah Kemarau Panjang

BANGKALAN, DetikNusantara.co.id – Musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah membuat sebagian masyarakat mengalami kesulitan…

7 hari ago