Categories: Berita

Benarkah Bangunan di Mini Market Milik Jasindo masih Belum Kantongi Izin

JAKARTA,Detiknusantara.co.id – Sebuah bangunan bersebelahan dengan mini market (Indomaret) di area pengawasan kota tua Jakarta Barat, diduga masih belum berizin.

Bangunan tampak depan sisi timur Indomaret itu kini di gunakan sebagai kios sosis bakar, kini telah digunakan sebagai ruang lift penarik barang.

Lokasi bangunan Indomaret masih menjadi satu milik PT Jasindo yang terdaftar sebagai bangunan yang dilindungi Undang-Undang Cagar Budaya.

Menurut Undang-Undang Cagar Budaya, setiap bangunan yang dilindungi tidak dapat dirubah bentuknya.

Sementara bangunan Indomaret tampaknya sudah merubah tampak depan bangunan Jasindo, hal ini patut di pertanyakan ijin nya.

Berdasarkan pantauan Satgas Unit Pengawasan Kota Tua (UPK) yang enggan sebutkan nama, menjelaskan, bahwa pekerjaan itu diduga dilakukan pada malam hari.

Sepatutnya pihak Management Jasindo kata sumber tersebut, sebelum memberikan izin kepada pengguna, terlebih dahulu mengajukan permohonan ijin membangun kepada Cipta Tata Karya” (Citata) Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat.

“Perlunya perizinan dikarenakan adanya perubahan tampak depan bangunan, dan perlu di ketahui gedung Jasindo berada dalam kawasan cagar budaya,” kata dia Sabtu (12/7/2025).

Sejak tahun 2019 gedung Jasindo Telah masuk dalam Gedung yang dilindungi oleh Undang-undang Cagar Budaya.

Perlunya perizinan IMB/PBG, sudah tertuang dalam Peraturan Daerah DKI Jakarta Tahun 2010 No. 7 tentang bangunan gedung.

Menurutnya, jika gedung Jasindo telah masuk dalam catatan Gedung Bersejarah, hal itu sudah sangat melanggar dan perlu adanya pembongkaran dari pihak terkait terhadap pelanggaran penambahan bentuk bangunan, yang patut di duga tidak berijin khususnya tampak depan.

Awak media menemui Citata Tamansari.”penambahan bangunan tanpa ijin tidak di benar kan, hal ini segera akan kami tindak lanjuti,” jelas Juanda.

Ia menambahkan, hasil konfirmasi Citata, di hari yang sama Awak Media coba menemui Dinas Konservasi Cagar Budaya, Jalan Pintu Besar Utara (Kota Tua), menurut Galuh dari Konservasi Cagar Budaya, segala bentuk pembangunan menambah atau bangun baru pada bangunan yang di lindungi Undang-Undang Cagar Budaya, sepatutnya harus melalui perijinan yang benar, terang nya.

Banyak perizinan yang harus dilakukan oleh pemohon, seperti proses ke Citata, setelah itu proses sidang Cagar Budaya bila bangunan tersebut masuk kawasan Cagar Budaya.

“Terlebih Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, telah mempromosikan kedepan DKI, akan menuju Kota Global Berbudaya,” tutup Juanda.

Redaksi

Recent Posts

Khofifah Salurkan Bantuan Rp19,6 Miliar untuk Kabupaten Probolinggo, Pemberdayaan Ekonomi hingga Infrastruktur

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial dan program…

14 jam ago

Hujan Deras di Kawasan Semeru, Bunda Indah Imbau Penambang Hentikan Aktivitas Sementara

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau yang akrab disapa Bunda Indah, mengimbau seluruh…

17 jam ago

PSI Probolinggo Soroti Anggaran Perjalanan Dinas BPPKAD Rp467,79 Juta, Singgung Perlindungan Jurnalis

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Anggaran perjalanan dinas Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten…

17 jam ago

EKO BUDIYANTO, S.H.: KAMI TIDAK HADIR UNTUK MENCARI MUSUH, TAPI UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN

BANYUWANGI - Direktur Regional NGO Pemburu Ketidakadilan, *Eko Budiyanto, S.H.*, menegaskan bahwa kehadiran organisasinya adalah…

18 jam ago

Suka Bikin Gaduh Partai, PPP Jember Minta Prabowo Evaluasi Mardiono dari UKP

Pada tahun 2022, Mardiono resmi menjabat Plt. Ketum PPP setelah kudeta atas kepemimpinan Suharso Monoarfa…

18 jam ago

Aliansi BEM Probolinggo Raya Laporkan Dugaan Pemblokiran Jalan Pantura ke Polres, Minta Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Aliansi BEM Probolinggo Raya mendatangi Polres Probolinggo untuk melakukan audiensi sekaligus menyerahkan…

19 jam ago