Categories: Berita

Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Anwar Sadad Bergulir, Gerindra Belum Beri Sinyal PAW Meski KPK Sita Aset Rp22 Miliar

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Penanganan kasus dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menjerat anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Anwar Sadad, terus bergulir. Meski Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita sejumlah aset yang nilainya mencapai sekitar Rp22 miliar, hingga kini belum ada langkah resmi dari Partai Gerindra terkait mekanisme pergantian antarwaktu (PAW).

Anwar Sadad diketahui berstatus tersangka dalam pengembangan perkara dugaan korupsi dana hibah kelompok masyarakat (Pokmas) di Jawa Timur. Dalam proses penyidikan, KPK juga telah menyita sejumlah aset yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut dengan nilai total sekitar Rp22 miliar.

Kasus tersebut bermula saat Anwar Sadad masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Timur periode 2019–2024. Berdasarkan keterangan KPK, ia diduga menerima uang suap sebesar Rp6,9 miliar melalui seorang stafnya terkait pengurusan dana hibah.

Anwar Sadad merupakan anggota DPR RI yang terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur II yang meliputi Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kota Probolinggo, dan Kota Pasuruan.

Di tengah proses hukum yang masih berjalan, publik mulai mempertanyakan sikap Partai Gerindra terkait status politik Anwar Sadad, termasuk kemungkinan dilakukannya pergantian antarwaktu terhadap kursi DPR RI yang saat ini masih dipegangnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Probolinggo menyatakan hingga saat ini belum menerima informasi maupun arahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra mengenai proses PAW terhadap Anwar Sadad.

“Sampai hari ini masih belum ada informasi tentang status AS,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait kemungkinan proses PAW terhadap Anwar Sadad.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari DPP Partai Gerindra mengenai status keanggotaan maupun langkah politik yang akan diambil terhadap Anwar Sadad. Sementara itu, proses penyidikan perkara dugaan korupsi dana hibah di KPK masih terus berlangsung.

Redaksi

Recent Posts

Khofifah Salurkan Bantuan Rp19,6 Miliar untuk Kabupaten Probolinggo, Pemberdayaan Ekonomi hingga Infrastruktur

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial dan program…

13 jam ago

Hujan Deras di Kawasan Semeru, Bunda Indah Imbau Penambang Hentikan Aktivitas Sementara

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau yang akrab disapa Bunda Indah, mengimbau seluruh…

16 jam ago

PSI Probolinggo Soroti Anggaran Perjalanan Dinas BPPKAD Rp467,79 Juta, Singgung Perlindungan Jurnalis

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Anggaran perjalanan dinas Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten…

16 jam ago

EKO BUDIYANTO, S.H.: KAMI TIDAK HADIR UNTUK MENCARI MUSUH, TAPI UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN

BANYUWANGI - Direktur Regional NGO Pemburu Ketidakadilan, *Eko Budiyanto, S.H.*, menegaskan bahwa kehadiran organisasinya adalah…

17 jam ago

Suka Bikin Gaduh Partai, PPP Jember Minta Prabowo Evaluasi Mardiono dari UKP

Pada tahun 2022, Mardiono resmi menjabat Plt. Ketum PPP setelah kudeta atas kepemimpinan Suharso Monoarfa…

17 jam ago

Aliansi BEM Probolinggo Raya Laporkan Dugaan Pemblokiran Jalan Pantura ke Polres, Minta Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Aliansi BEM Probolinggo Raya mendatangi Polres Probolinggo untuk melakukan audiensi sekaligus menyerahkan…

18 jam ago