Categories: Berita

TP2D Kabupaten Probolinggo Dibekukan ? Ini Penjelasan Sekda Ugas

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) di Kabupaten Probolinggo sejak awal digadang-gadang menjadi langkah strategis untuk mengakselerasi visi dan misi kepala daerah. Namun, belakangan ini eksistensi tim tersebut menjadi sorotan publik.

Isu santer beredar bahwa TP2D Kabupaten Probolinggo kini tengah dibekukan oleh Bupati Probolinggo, dr. Muhammad Haris. Kabar ini mencuat menyusul adanya temuan ketidaksesuaian data antara Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2025 dengan realisasi di lapangan.

Secara ideal, TP2D berfungsi sebagai unit pendukung bupati dalam memastikan program strategis daerah berjalan tepat sasaran. Tugas utama tim ini meliputi:

  • Pengawalan Program Strategis: Memastikan program prioritas seperti infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan sesuai target RPJMD.
  • Rekomendasi Kebijakan: Memberikan analisis mendalam terhadap isu krusial masyarakat sebagai bahan pengambilan keputusan.
  • Monitoring dan Evaluasi (Monev): Memantau kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta mengatasi hambatan birokrasi.
  • Sinkronisasi Antar-Lembaga: Menghindari tumpang tindih kebijakan dan meminimalisir ego sektoral.

Kehadiran TP2D diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Pemkab Probolinggo, mulai dari percepatan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga efisiensi anggaran daerah.

Menanggapi isu pembekuan TP2D, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa saat ini Bupati dan Wakil Bupati sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan TP2D.

“Masih proses evaluasi oleh Bapak Bupati. Saat ini, Bapak Bupati juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan demi kebaikan Kabupaten Probolinggo agar semakin SAE (Sejahtera, Aman, Edukatif),” ujar Ugas Irwanto saat dikonfirmasi.

Temuan adanya gap atau perbedaan antara data LKPJ 2025 dengan fakta realisasi di lapangan menjadi poin kritis yang memicu spekulasi di kalangan masyarakat. Ketidaksinkronan ini memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas fungsi pengawasan yang dijalankan oleh TP2D selama ini.

Dengan langkah evaluasi ini, masyarakat berharap Pemkab Probolinggo dapat melakukan pembenahan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel, sehingga setiap anggaran yang digunakan benar-benar memberikan dampak langsung (outcome) bagi kesejahteraan warga Kabupaten Probolinggo.

Admin

Recent Posts

Misbakhun Bantah Keterlibatan Pita Cukai Ilegal: Nama Saya Tidak Ada di Data Bea Cukai

Probolinggo, DetikNusantara — Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Probolinggo, Mukhamad Misbakhun, secara tegas membantah tuduhan…

5 jam ago

LKKNU Bersama DP3AK Surabaya Dorong RW Responsif Gender dan Ramah Anak Menuju Generasi Emas 2045

SURABAYA, DetikNusantara.co.id – Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak…

8 jam ago

Dugaan Pemotongan Honor Paskibra Mencuat, Festival Anti Korupsi Semarak Digelar Pemkab Probolinggo, Edukasi atau Hanya Seremonial?

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggelar Festival Antikorupsi 2026 di Gelora Merdeka Kraksaan,…

22 jam ago

Lomba Desa Tematik Hijau Kabupaten Probolinggo, Desa Binor Andalkan Kelengkeng dan Inovasi Pengolahan Sampah

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, menjalani verifikasi lapangan penilaian Desa Tematik…

1 hari ago

Dosen dan Mahasiswa KKNT PGSD UTM Gelar Pelatihan Smart-Edu AI di Madrasah Bangkalan

Bangkalan, 9 September 2026 – Tim dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas…

3 hari ago

Jangan Suruh Rakyat Terus Mengantre: KOPRI Jatim Desak Pertamina Benahi Distribusi BBM di Jawa Timur

Surabaya, 8 September 2026 — KOPRI PKC PMII Jawa Timur menyoroti persoalan antrean panjang dan…

4 hari ago