PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Polsek Kraksaan berhasil mengungkap fakta mengejutkan di balik dugaan kasus pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo. Peristiwa viral yang disebut-sebut menimpa seorang tenaga kesehatan (nakes) RSUD Waluyojati Kraksaan tersebut ternyata hanyalah skenario palsu atau rekayasa yang dibuat oleh pelaku sendiri.
Pelaku rekayasa tersebut adalah Nugroho Priyo Wicaksono (33), seorang nakes asal Desa Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo.
Sebelumnya, Nugroho mengaku menjadi korban pembegalan sadis di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kraksaan, tepatnya di sebelah timur Kantor BPN, Jalan Wahidin Sudiro Husodo, pada Senin (1/6/2026) malam. Informasi ini sempat viral di media sosial dan memicu keresahan masyarakat karena lokasi tersebut merupakan jalur aktif warga.
Menyikapi keresahan warga Probolinggo, personel Polsek Kraksaan langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan lapangan. Namun, polisi justru menemukan sejumlah kejanggalan dalam kasus dugaan pembegalan nakes ini.
Beberapa poin janggal yang ditemukan polisi antara lain:
- Kondisi Luka Pelaku: Pola luka robek tidak sinkron dengan klaim serangan senjata tajam begal.
- Situasi di TKP: Lokasi yang diklaim sepi ternyata kontras dengan fakta lapangan.
- Keterangan Saksi: Tidak ada satu pun saksi di sekitar lokasi yang melihat atau mendengar adanya tindak kriminalitas pada waktu kejadian.
Melalui pemeriksaan intensif dan dituangkan dalam Berita Acara Interogasi (BAI) pada Rabu (3/6/2026), Nugroho akhirnya tidak bisa mengelak dan mengakui semua perbuatannya.
“Kejadian pembegalan di sekitar Makam Pahlawan yang saya alami itu tidak benar, itu adalah hasil rekayasa saya sendiri,” ujar Nugroho saat memberikan klarifikasi di Mapolsek Kraksaan, Rabu (3/6/2026).
Dari hasil penyidikan mendalam, terungkap motif asli di balik drama pembegalan palsu ini. Nugroho ternyata berniat menggadaikan sepeda motor Honda Beat milik ayahnya, Bambang Supriyono, warga Kelurahan Sidopekso, Kraksaan.
Pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 21.30 WIB, pelaku menemui seseorang berinisial SA dan menjual motor tersebut seharga Rp1,5 juta demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Agar aksi jual motor diam-diam ini tidak diketahui orang tuanya, Nugroho menyusun ide nekat:
- Melukai Diri Sendiri: Pelaku sengaja menyilet tangan dan kepalanya sendiri untuk meyakinkan cerita.
- Membuat Laporan Palsu: Pelaku datang ke IGD RSUD Waluyojati Kraksaan dan mengaku menjadi korban kejahatan jalanan.
“Saya sengaja melakukan ini karena kebutuhan ekonomi. Saya khilaf, saya memohon maaf yang sedalam-dalamnya kepada pihak kepolisian dan masyarakat Probolinggo,” sesal Nugroho.
Kapolsek Kraksaan, Kompol Masykur, menegaskan bahwa pihak kepolisian selalu serius dan profesional dalam menanggapi setiap laporan kriminal demi menjaga kamtibmas. Namun, ia menyayangkan aksi hoaks yang dilakukan oleh oknum nakes tersebut.
“Informasi yang tidak sesuai fakta seperti ini berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat serta mengganggu upaya kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” tegas Kompol Masykur.
Pihak Polsek Kraksaan mengimbau masyarakat Probolinggo agar tidak mudah terprovokasi oleh berita viral yang belum terverifikasi secara resmi, serta selalu menyaring informasi sebelum membagikannya ke media sosial.













