Categories: Berita

KOMSIPRO Kritik Pemkab Probolinggo: Anggaran Gedung PGRI Miliaran Rupiah Diusulkan, BPJS Wartawan Belasan Ribu Terabaikan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Komunitas Media Siber Probolinggo (KOMSIPRO) melayangkan kritik tajam terhadap skala prioritas anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Di tengah narasi efisiensi APBD 2026, jaminan perlindungan sosial bagi jurnalis dinilai masih dikesampingkan oleh pemerintah daerah.

Ironisnya, saat anggaran pusat mengalami pemangkasan secara nasional, Pemkab Probolinggo justru dihadapkan pada usulan bantuan pembangunan Gedung PGRI. Usulan tersebut mencuat dalam Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I PGRI di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, Senin (16/2/2026).

Ketua KOMSIPRO, Ahmad Hilmiddin, menyoroti ketimpangan perhatian pemerintah terhadap keselamatan kerja jurnalis melalui BPJS Ketenagakerjaan. Padahal, profesi wartawan memiliki risiko lapangan yang tinggi dan menjadi pilar demokrasi di daerah.

“Jika pemerintah memiliki kemauan politik (political will), biaya BPJS untuk wartawan sebenarnya tidak akan membebani APBD secara signifikan,” tegas Hilmiddin.

Sebagai informasi, iuran mandiri BPJS Ketenagakerjaan kategori Bukan Penerima Upah (BPU) hanya berkisar antara Rp16.800 hingga Rp36.800 per bulan untuk perlindungan dasar (JKK + JKM).

“Jika iuran Rp16.800 dikalikan 100 wartawan di Probolinggo, biayanya hanya sekitar Rp1,6 jutaan per bulan atau Rp16 jutaan per tahun. Namun, Pemkab seolah menutup mata terhadap kebutuhan mendasar ini,” tambahnya.

Publik kini membandingkan urgensi jaminan sosial tersebut dengan rencana bantuan pembangunan Gedung PGRI. Pasalnya, pada tahun 2025, iuran mandiri guru sebesar Rp1 juta per orang dilaporkan telah terkumpul lebih dari Rp2 miliar.

Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, menjelaskan bahwa saat ini seluruh anggaran dari pemerintah pusat memang sedang dipangkas.

“Proposal pengajuannya belum saya terima. Jika sudah masuk, tentu akan kami kaji kembali sesuai dengan kemampuan anggaran di tahun 2027 mendatang,” ujar Ugas saat dikonfirmasi.

KOMSIPRO menilai Pemkab Probolinggo cenderung lebih memprioritaskan proyek fisik yang bersifat seremonial demi menjaga citra, dibandingkan memberikan perlindungan nyata bagi pekerja media.

Hingga berita ini dirilis, komunitas wartawan di Probolinggo terus mendesak adanya langkah konkret dari pemerintah daerah untuk merealisasikan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan bagi para jurnalis yang bertugas di wilayah tersebut.

Admin

Recent Posts

Baru 50% Satuan Pelayanan Gizi Bangkalan Berizin, BNPM Desak Percepatan SLHS

BANGKALAN, DetikNusantara.co.id – Dewan Pimpinan Daerah Barisan Nasional Pemuda Madura (DPD BNPM) Kabupaten Bangkalan menyoroti…

12 menit ago

Kapal Tanker Pertamina Tiba, Antrean BBM di Kepulauan Kangean Justru Membludak

SUMENEP, DetikNusantara.co.id – Kedatangan kapal tanker pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) milik Pertamina di Kepulauan…

26 menit ago

Anggaran Reses DPRD Probolinggo Tembus Rp15 Miliar, Gaya Live TikTok Bupati Situbondo Dinilai Lebih Efektif

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Alokasi anggaran reses DPRD Kabupaten Probolinggo kini tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya,…

14 jam ago

Wisata Probolinggo Rafting Resmi Dibuka, Tawarkan Keindahan Alam dan Keamanan Prima

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Sektor pariwisata di Kabupaten Probolinggo kian bersinar. Destinasi wisata air Probolinggo Rafting…

3 hari ago

Anggaran Iklan Media DPRD Probolinggo 2026 Naik Jadi Rp592 Juta, KOMSIPRO: Hapus Saja Jika Tebang Pilih!

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Alokasi anggaran belanja iklan (ADV) media pada Sekretariat DPRD Kabupaten Probolinggo kembali…

4 hari ago

Dugaan Mark-Up Anggaran Media DPRD Probolinggo 2025 Rp450 Juta, Aktivis: Transparansi Dipertanyakan!

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Alokasi anggaran belanja Advertorial (ADV) media cetak, online, dan televisi di DPRD…

5 hari ago